MENGENAL ANJAS PRAMONO YANG MENJADI SOROTAN PADA PBAK IAIN SALATIGA

Klikdinamika.com. Salatiga- Di usianya yang belum genap 22 tahun, Anjas Pramono sudah memiliki sembilan medali internasional baik perunggu, perak, dan emas. Juga 17 sertifikat internasional dari berbagai negara seperti Singapura, Taiwan, India, bahkan lembaga riset Uni Eropa.

Pada tahun 2018 lalu, Mahasiswa jurusan Teknologi Informasi UNIBRAW itu mendapat penghargaan medali emas dari University of Malaysia pada 2018.
Anjas adalah Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Rayon Fakultas Teknik dan saat ini sebagai Ketua Komisariat Universitas Brawijaya.

Ada beberapa karya yang sudah dihasilkan oleh Anjas. Aplikasi pertama bernama Difodeaf yang telah diganjar medali emas dari University of Malaysia pada 2018. Aplikasi kedua yang dibuat bernama Locable.

Adalah kepanjangan dari Location for Difable. Aplikasi ini untuk menjawab kendala teman-teman difabel agar bagaimana bisa mengakses tempat yang ramah disabilitas.

Karya ketiga yang dibuatnya adalah aplikasi jual beli disabilitas (jubilitas). Dia membuat aplikasi ini karena ingin memberikan ruang kepada difabel untuk berwirausaha. Mengingat kesempatan mereka mendapatkan pekerjaan seperti di kantor dan sebagainya sangat kecil.

Ada juga aplikasi yang dibuat Anjas, berkaitan tentang transportasi. Aplikasi tersebut dipasang di angkot dan dapat perunggu di Bali tahun kemarin. Terakhir ada aplikasi guru ngaji.

Aplikasi ini berguna untuk orang tua yang akan memilih guru ngaji untuk anaknya. Sebab di kota besar macam Jakarta, atau Surabaya, tidak sedikit guru ngaji yang mengajarkan ilmu yang radikal.

Prestasi yang ditorehkan Anjas memang amat membanggakan. Dia menjadi satu dari tiga peraih penghargaan YSEALI (Youth Southeast Asia Leadership Initiative) yang diundang menuju Gedung Putih di Washington DC, AS.

Aktivis PMII itu diundang menjadi pembicara di Kantor Presiden AS. Di sana, dia membahas tentang permasalahan disabilitas dan hak asasi manusia di hadapan para pengamat dan profesor Amerika.


Kini ia sedang menjalani program exchange fully funded di Amerika Serikat. Selama di negeri Paman Sam, Anjas berkesempatan belajar di University of Nebraska Omaha. (Novita/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *