Kontroversi PBAK Daring IAIN Salatiga

Klikdinamika.com, Salatiga- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Salatiga pada tahun ini dilaksanakan secara daring. Namun dalam pelaksanaanya terdapat kontroversi di tengah mahasiswa.

Di mana narasumber PBAK hari ketiga yang memberikan materi kepada mahasiswa baru menggunakan background salah satu organisasi eksternal kampus. Sabtu, (26/09/2020).

Anjas Pramono selaku pemateri, menggunakan background salah satu organisasi eksternal kampus. Dalam video yang berdurasi dua jam tiga puluh sembilan menit itu Anjas mengatakan bahwa ia menantikan kedatangan mahasiswa baru untuk bergabung di organisasi eksternal seperti dirinya di durasi waktu 3:08:50.


“Pada saat narasumber mengatakan bahwa ia memegang tiga direktur perusahaan, okelah tidak apa-apa. Namun apakah ada hubunganya antara ekonomi dengan organisasi massa berbasis Islam?” ujar Arif.


Menanggapi hal tersebut, Arif Bagas Adi Satria aktivis mahasiswa Salatiga ini berpendapat bahwa IAIN Salatiga saat ini membahas soal wasatiyah, yaitu moderasi Islam yang tidak membahas perbedaan atau keragaman. Akan tetapi, dalam pemaparannya membahas soal lambang.


Lanjut dalam pendapatnya, dialektika orang itu berdasarkan pribadi, bukan membawa bendera. Apakah pemateri harus membawa nama bendera juga? Menurut Bagas, Islam adalah sebuah perihal tentang bagaimana kita menguniversalkan diri.

Sehingga ketika bicara di PBAK tidak untuk dipersempit. “Kita semua yang ada di IAIN Salatiga bukan satu warna. Kalo kita mau seperti itu, kalo mau adil ya mengundang pemateri yang lain warna. Lebih adil lagi kalo mau ngundang tokoh yang tidak cuma tokoh islam saja,” jelasnya.


Hal ini juga ditanggapi oleh Lanang (disamarkan). Ia mengatakan bahwa banyak teman-teman mahasiswa yang resah akibat sesi ini dan cenderung tidak sepakat dengan muatan yang ada di dalamnya.


“Terlepas dari semua itu, apakah promosi organsisasi ekstra kampus di sesi PBAK diperbolehkan?” tanyanya pada klikdinamika.com.


Saat klikdinamika.com mencoba meminta klarifikasi dari Adrian, presiden mahasiswa IAIN Salatiga. Ia menolak dengan alasan terdapat urusan di luar. (R/Red)

4 Komentar

  1. Dadan Hamdani Balas

    Kalimat “Terdapat urusan di luar” itu maksudnya bagaimana? Urusan pribadi/Organisasi?

  2. Mukti Ali Balas

    Ketidakdewasaan dan kesempitan intelektual, dapat disamarkan oleh kekuatan di luar dirinya…
    Sejatinya mulailah melalui proses belajar menghargai, jujur, dan bertanggung jawab…
    Tidak dengan ambisi egosentri, ekslusif, etnosentis, dan keakuan, yang sebetulnya meniadakan eksistensinya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *