Friday, 18/8/2017 | : : UTC+0
LPM DinamikA

Imung: Buah Karya Arswendo yang Santai Tapi Elegan

Imung: Buah Karya Arswendo yang Santai Tapi Elegan

Post by relatedRelated post

5%
User Rating
sumber gambar: www.merdeka.com

sumber gambar: www.merdeka.com

“Siapa Imung sebenarnya, Kak Lena?”

                Pertanyaan ini diajukan oleh Sanjaya, adik kandung Helena. Untuk sesaat Helena terdiam. Ingatannya tidak segera menemukan jawaban yang tepat. Ya, siapa Imung sebenarnya? Ia sendiri tak tahu banyak. Selain bahwa Imung teman sekolahnya yang akrab, tak tahu siapa dan bagaimana keluarganya. Pertanyaan siapa Imung hampir tak terlintas karena ia mengenal Imung setiap hari. (Pawai Pembangunan, Imung Buku 2: Matinya Raja Batik)

***

Imung dikisahkan sebagai anak SMP yang piatu. Ia cerdik dan bisa memecahkan berbagai kasus kejahatan yang biasa ditangani oleh polisi. Kecerdikannya membuat ia diangkat menjadi anak oleh Kolonel Suyatman di Jakarta. Rambut Imung disisir ke kanan tapi tergerai ke dahi, setrikaan bajunya mencang-mencong, serta potongan celana pendeknya seperti kebesaran. Hal itu membuat korengnya terlihat disana-sini.

Imung mempunyai karakter yang santai, sederhana, lucu, dan penuh pertimbangan. Kecerdasannya sebagai tokoh utama sangat realistis, tidak terlalu ‘wah’ dan ‘wih’. Hal ini yang membuat pembaca dapat ‘menerima’ ia sebagai tokoh fiksi yang berpotensi menjadi tokoh yang nyata.

Pada tahun 1979, Gramedia mencetak 16 buku serial Imung. Mulai dari Imung: Pencuri Aneh; Imung:Haji Palsu; Imung:Pembajakan Pesawat Terbang; Imung:Penyiletan Gadis-gadis Cantik; Imung: Matinya Raja Batik; Imung: Tamu dari Jauh; Imung: Operasi Lintah; Imung: Jangan Sakiti Foxi Terri; Imung: Selamatkan Bayi Kami; Imung: Bangkit dari Kubur; Imung: Siulan Kematian; Imung: Jendral Poen; Imung: Ke Mana Pipin Pergi; Imung: Sepasang Korban Itu Pernah Bertunangan; Imung: Hari-hari Terakhir Imung; hingga Imung: Kupu-kupu Bermahkota.

Di era tahun 90-an, serial Imung muncul di SCTV. Hal ini membuat anak-anak menggandrungi tokoh Imung yang tayang setiap minggu sore. Imung sebelumnya juga pernah terbit di majalah Hai. Kemudian serial Imung dicetak kembali oleh Plotpoint pada tahun 2014. Ada 4 buku yang diterbitkan, yaitu: Imung Buku 1: Pembajakan Pesawat Terbang, Imung Buku 2: Matinya Raja Batik, Imung Buku 3 Operasi Lintah, dan Imung Buku 4: Selamatkan Bayi Kami.

Dalam serial Imung, Arswendo Atmowiloto menyajikan kisah detektif yang ditulis dengan bahasa santai tapi elegan. Buku yang dilabeli untuk 9 tahun ke atas itu tidak berbelit-belit bahasanya, tidak seperti novel-novel detektif pada umumnya. Hal ini membuat kisah Imung dapat diimajinasikan langsung oleh pembaca.

Beberapa hasil karya sastra lama mempunyai ‘kelas’ yang lain dalam sejarah sastra Indonesia. Hal ini (salah satunya) dipengaruhi oleh teknik penulisan tokoh yang sangat mendalam. Hal tersebut juga dilakukan oleh Arswendo. Meskipun Imung adalah tokoh utama, tapi kebanyakan tokoh ‘pendatang’ di dalam setiap sub bab diceritakan secara gamblang dan tidak membosankan. Hal ini dapat memperkuat imajinasi pembaca terhadap kasus yang tengah dipecahkan Imung.

Di salah satu kasus dalam Imung Buku 4: Selamatkan Bayi Kami, Arswendo mendeskripsikan Sativa Pasaribu, sebagai seorang wanita yang aktif di organisasi dan pintar di akademisi dari kecil. Hal tersebut membuat orangtuanya menyuruh ia masuk jurusan dokter. Namun, ternyata ia memilih masuk sekolah tari di Jogjakarta. Padahal, orangtuanya yang tinggal di Jakarta memandang masa depan yang suram di pilihan anaknya. Arswendo benar-benar menceritakan Sativa secara detail. Dari Hal tersebut dapat membuat pembaca tidak lagi meraba-raba siapa dan bagaimana dia.

Di dalam kasus yang ditangani Imung, Arswendo menyajikan penyelesaian yang simple dan unpredictable. Apalagi ia menulis kisah ini di tahun 70-an. Hal ini menegaskan betapa Imung lahir dari seniman sastra yang berkompeten. Tidak heran, penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai surat kabar dan majalah ini dinobatkan menjadi Penulis Cerita Asli Terbaik pada tahun 2011. Beberapa karyanya yang lain yaitu: Senopati Pamungkas, Mengarang Itu Gampang, Dua Ibu, dan Keluarga Cemara: Musik Musim Hujan.

(D1418/red_)

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us

Email: redaksi@klikdinamika.com

Phone: 089668318523

Address: Gd. A Lt. 2 Kampus 1 IAIN Salatiga, Jl. Tentara Pelajar no. 2 Salatiga