DAMPAK EKONOMI DI BALIK PANDEMI VIRUS CORONA

Oleh : Sania

Virus corona atau covid-19 telah membuat heboh dunia termasuk di Indonesia. Kehadiran virus ini membuat takut bagi semua orang. Lalu bagaimana Islam dalam memandang virus ini?

Sebelum kita membahas mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19 kita bahas dahulu bagaimana pandangan Islam terkait wabah ini. Di zaman Rasulullah juga pernah terjadi hal seperti ini dan dikenal istilah tha’un.

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).
Tha’un sebagaimana disabdakan Rasulullah saw adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terinfeksi pandemi Covid-19 ini dan korbannya semakin meningkat. Salah satu penyebab virus corona mudah menyebar di Indonesia adalah karena Indonesia merupakan negara dengan Sektor pariwisata. Sektor pariwisata merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia dan memiliki kontribusi devisa terbesar kedua di Indonesia setelah devisa hasil ekspor Kelapa Sawit.

Lalu bagaimana akibat yang ditimbulkan terhadap ekonomi kita? Dampaknya yaitu investor kabur dari pasar modal kita. Padahal hal itu untuk meningkatkan devisa negara, tapi membuat wabah ini malah investor asing ramai-ramai kabur dari Indonesia.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta salah satu penyebab ekonomi indonesia melemah di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia. Pasalnya Jakarta merupakan ibukota negara dan banyak perantauan-perantaun yang bekerja di sana. Sekitar 70% pergerakan uang dalam perkonomian nasional berada di Jakarta. Belum lagi pasokan bahan baku pokok bagi masyarakat Jakarta akan terhambat, terutama pangan.

Lihatlah di sekeliling kita yang kena imbasnya gara-gara corona ini seperti hilangnya profesi karena banyak pekerja yang di PHK, tidak bisa berjualan karena harus berdiam diri di rumah, social distancing, dll. Dampak dari virus corona memang sangat mempengaruhi perekonomian negara, pasalnya indonesia juga menghutang ke luar sekitar 400 triliunan untuk menangani pandemi ini. Negara harus menstabilkan perekonomian agar tidak anjlok.

Bukan hanya di Jakarta di kota-kota lain seperti Bogor juga menerapkan PSBB untuk menangani pandemi ini. PSBB adalah istilah kekarantinaan kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit atau terkontaminasi sedemikian rupa, untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Memang pandemi ini sangatlah berpengaruh dan merugikan terutama di bidang ekonomi seperti social distanching PSBB dll. Namun hal itu merupakan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Saya setuju dengan pemberlakuan PSBB bisa dibilang adalah satu-satunya cara yang paling efisien untuk menangkal covid 19, mengapa PSBB lebih efisien dibandingkan karantina wilayah (lockdown)? Karena penerapan karantina wilayah yang harus mengisolasi semua warganya sedang PSBB lebih manusiawi tidak semua warga dan wilayahnya terisolasi maka dari itu PSBB tidak menimbulkan kepanikan, stress dan ketakutan serta gejolak sosial yang luar biasa.

Meskipun ada kendala-kendala seperti hilangnya mata pencarian sebagian profesi. Tapi pemerintah sudah membuka akses untuk bantuan sembako bagi yang membutuhkan. Selain itu kita tidak punya langkah lain yang lebih masuk akal dan efisien selain PSBB. Adapun penanganannya yaitu, dengan pembagian sembako di khususkan oleh pemerintah pusat di daerah episentrum saja. Sedangkan di daerah lain merupakan inisiatif dari pemda dan beberapa anggota DPR sendiri.

Maka dapat disimpulkan bahwa dampak dari pandemi covid-19 ini menimbulkan dampak yang sangat besar terutama di bidang perekonomian. Di mana perekonomian Indonesia sangat turun drastis akibat pandemi ini.

Penerintah harus melakukan kebijakan untuk menangani situasi ini. Dengan pemberlakuan PSBB diharapkan menjadi salah satu cara efisien guna memutus penyebaran virus ini. Meski terdapat kendala-kendala namun pemerintah telah berupaya untuk memberikan solusi dengan pembagian sembako.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *